Akurasi Sertifikasi SMK3 Sucofindo

Sertifikasi SMK3 Sucofindo – Superintending Company of Indonesia mungkin terdengar asing di telinga orang awam. Namun berbeda dengan Sucofindo yang merupakan akronim perusahaan berbentuk perseroan terbatas itu. Sucofindo sendiri merupakan bagian BUMN yang mana 95% sahamnya dimiliki oleh pemerintah Indonesia dan memiliki tugas untuk melakukan pemeriksaan dan pengkajian terhadap badan usaha yang ingin mendapatkan sertifikat untuk perusahaan yang mereka kelola. Salah satunya adalah sertifikasi SMK3 Sucofindo. Semula, Sucofindo sendiri dibentuk sebagai badan inspeksi devisa negara, terutama sektor perdagangan dan pertanian impor-ekspor yang menghasilkan pemasukan tinggi bagi kas negara. Namun, seiring berkembangnya teknologi dan meluasnya kebutuhan masyarakat, Sucofindo pun turut mengembangkan sayapnya ke peninjauan bidang lain, termasuk sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja atau SMK3.

sertifikasi SMK3 sucofindo

Kredibitas Superindo telah teruji dalam kurun waktu yang panjang, sehingga hasil peninjauannya tidak perlu diragukan memiliki keberpihakan atau tidak akurat. Para inspektor atau pemeriksa dalam perusahaan itu sendiri terdiri dari para ahli yang berlisensi baik dari dalam maupun luar negeri. Mereka memiliki pedoman penilaian tertentu untuk mengeluarkan sertifikasi SMK3 yang sangat diinginkan oleh berbagai perusahaan maupun instansi.

Pedoman Penilaian Sertifikasi SMK3 Sucofindo

  1. Kemandirian. Bagi Sucofindo, perusahaan yang baik harus berdiri secara independen, baik dalam pendanaan, pengelolaan, maupun pengambilan keputusan. Jika ada campur tangan pihak lain, terutama dalam setiap pengambilan keputusan, maka hal itu dianggap sebagai bentuk ketergantungan yang kurang baik dan akan membuat poin penilaian Sucofindo dalam proses sertifikasi berkurang secara drastis.
  2. Transparansi. Keterbukaan yang dimaksud adalah seberapa jauh tingkat kejujuran perusahaan terhadap karyawan. Sebab, hubungan kerja yang tidak memiliki keterbukaan antara karyawan dan perusahaan rentan menimbulkan kesalahpahaman dan mengakibatkan kerja sama tidak berjalan lancar sehingga mengganggu pengelolaan usaha secara keseluruhan.
  3. Rasa tanggung jawab. Sucofindo akan menilai tingkat kepatuhan perusahaan terkait akan undang-undang ketenagakerjaan yang menunjukkan seberapa besar rasa tanggung jawab yang dimiliki badan usaha tersebut kepada tenaga kerja yang dimiliki. Apakah sekedar memburu keuntungan materi belaka atau memang memiliki kepedulian dan rasa kemanusiaan terhadap para pegawainya.
  4. Kesetaraan. Penilaian ini didasarkan kepada perlakuan perusahaan terhadap setiap lapisan karyawan. Apakah terjadi pembeda-bedaan atau kecondongan memberikan hak istimewa yang berlebihan kepada karyawan dengan pangkat tertentu yang melanggar peraturan ketenagakerjaan.

sertifikasi SMK3 sucofindo berkualitas

Pengelolaan keuangan. “Kemampuan manajemen keuangan perusahaan pun menjadi poin penting dalam penilaian sertifikasi SMK3 Sucofindo yang mana keuangan tersebut menjadi salah satu faktor penentu kelangsungan badan usaha tersebut.” Jika ditemukan ketidaksesuaian data dengan hasil audit Sucofindo, maka perusahaan terbukti memiliki ketidakmampuan dalam mengatur keuangan dan memberikan laporan yang akurat. Sedangkan kelalaian dalam hal ini dapat menimbulkan kerugian besar terhadap perusahaan yang kemudian berpotensi membuat badan usaha tersebut mengalami kebangkrutan.